Panduan
Cara follow up pelanggan WhatsApp tanpa spam
Terbit 30 Oktober 2026
Calon pembeli yang sudah bertanya sering tidak dihubungi lagi. Follow-up memperbaiki itu, tetapi kalau asal kirim, pelanggan terganggu dan nomor Anda bisa dibatasi WhatsApp.
1. Hubungi orang yang pernah chat
Ini aturan terpenting. Kami punya contoh nyata: sebuah nomor jalur scan QR dibatasi WhatsApp setelah mengirim undangan ke kontak yang belum pernah chat, lalu diputus lagi setelah broadcast berikutnya ke daftar kontak lama yang belum pernah chat ke nomor itu.
Pelajarannya: promo massal lewat jalur scan QR hanya ke orang yang pernah chat. Kalau nomor Anda penting atau Anda rutin beriklan, pertimbangkan jalur WhatsApp Resmi. Jalur resmi pun tetap bisa dibatasi Meta kalau dipakai spam.
2. Batasi jumlahnya, dan berhenti saat dibalas
Follow-up otomatis di LarisChat berjalan sampai 5 kali dengan jeda yang Anda atur, dan berhenti begitu pelanggan membalas. Angka 5 itu batas, bukan target: pilih jumlah dan jeda yang menurut Anda masih sopan untuk pelanggan Anda.
3. Kirim di jam yang wajar
Jangan mengirim pesan lanjutan tengah malam. Di LarisChat, jam kirim follow-up dibatasi, misalnya sampai pukul 19.00.
4. Lanjutkan percakapannya, jangan mengulang promo
Pesan lanjutan yang baik menyambung apa yang tadi ditanyakan pelanggan, singkat, dan mudah dijawab.
Contoh “Selamat pagi, Kak. Kemarin Kakak tanya serum vitamin C 20 ml. Stoknya masih ada. Mau kami bantu pesan, atau ada yang ingin ditanyakan dulu?”
5. Bedakan tiga jenis pesan
- Follow-up: untuk calon pembeli yang baru bertanya tetapi belum membeli. Tersedia di paket Bisnis ke atas dan selama coba gratis.
- Sapa ulang: untuk pelanggan lama yang lama diam (bawaan 30 hari), disapa sekali, ikut jam kirim dan batas harian. Paket Bisnis ke atas.
- Broadcast promo: satu pesan ke satu kelompok, misalnya hanya yang pernah membeli, atau yang tidak chat selama jumlah hari yang Anda pilih. Paket Bisnis ke atas, tidak termasuk selama coba gratis.
6. Nomor baru: mulai pelan-pelan
Lengkapi profil, balas yang chat duluan, minta pelanggan menyimpan nomor Anda, dan mulai broadcast dari yang pernah chat. LarisChat membatasi kiriman nomor baru secara bertahap: 20, lalu 40, lalu 70 per hari. Tidak ada “pemanasan” dengan chat palsu, dan pembatasan ini mengurangi risiko, bukan menghapusnya.
Kalau memakai jalur WhatsApp Resmi
Pesan ke pelanggan yang lebih dari 24 jam tidak chat wajib memakai template berbayar, dengan biaya mengikuti tarif Meta yang ditagih langsung ke akun Meta Anda. Hitung ini sebelum membuat jadwal follow-up.
Lihat sendiri di chat usaha Anda.
Coba gratis 7 hari tanpa kartu kredit: 100 balasan AI dan 1 nomor WhatsApp lewat scan QR. Mau tanya dulu? Ceritakan usaha Anda lewat WhatsApp.
Dibalas tim Senin–Sabtu, 09.00–20.00 WIB